https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDgnmN05LVgjqGVI3caLxzy35dUwQ40BuFLmbfn6TGVM1xXc2uNk9jGs9scIsksDUMkUEP6xmR6H8DCi8nyUeQ_kNN5m10Ke5iV_iNHZ_9HAv5SH6srtxVZDrOkSUYcM3069Ln76XaC14/s1600/Blue+bird.png http://customize.org/cursor/39522 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDgnmN05LVgjqGVI3caLxzy35dUwQ40BuFLmbfn6TGVM1xXc2uNk9jGs9scIsksDUMkUEP6xmR6H8DCi8nyUeQ_kNN5m10Ke5iV_iNHZ_9HAv5SH6srtxVZDrOkSUYcM3069Ln76XaC14/s1600/Blue+bird.png http://www.dreambingo.co.uk/ https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDgnmN05LVgjqGVI3caLxzy35dUwQ40BuFLmbfn6TGVM1xXc2uNk9jGs9scIsksDUMkUEP6xmR6H8DCi8nyUeQ_kNN5m10Ke5iV_iNHZ_9HAv5SH6srtxVZDrOkSUYcM3069Ln76XaC14/s1600/Blue+bird.png
Cool Blue Outer Glow Pointer // sdown && bubbx[i]>0) { if (Math.random() https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDgnmN05LVgjqGVI3caLxzy35dUwQ40BuFLmbfn6TGVM1xXc2uNk9jGs9scIsksDUMkUEP6xmR6H8DCi8nyUeQ_kNN5m10Ke5iV_iNHZ_9HAv5SH6srtxVZDrOkSUYcM3069Ln76XaC14/s1600/Blue+bird.png

Blue Fire Pointer

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label pai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2013

dalil naqli tentang hari akhir

Dalil naqli tentang hari akhir diantaranya
  1. Firman Allah SWT dalam QS. Az-zumur [39]: 68
Artinya : dan sangkakalapun ditiup maka matilah semua (makhluk) yang dilangit dan
Dibumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali
Lagi(sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun(dari kuburnya)
Menunggu (keputusan Allah.
  1. Firman Allah SWT dalam QS Taha[20]: 124-125
Artinya : dan barang siapa berpaling dari peringatanku maka sungguh, dia akan
Menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya
Pada hari kiamat pada keadaan buta. Dia berkata. “ya tuhanku, mengapa
Engkau kumpelkan aku dalam keadaan buta?”
  1. Firman Allah SWT dalam QS Al-hijr [15]: 92-93
Artinya : maka demi tuhanku, kami akan menanyakan mereka semua, tentang apa
Yang mereka kerjakan dahulu.
  1. Firman Allah SWT dalam QS Al-Insyiqaq [84]: 7-12
Artinya : maka adapun orang yang diberikan catatan diberikan dari sebelah kanan,
Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan
Dikembalikan dengan keluarganya(yang sama-sama beriman)dengan
Gembira.dan adapu orang yangdiberikan catatannya dari sebelah belakang
Maka dia akan berteriak “celakahlah aku!” dan dia akan masuk kedalam
Api yang menyala-nyala(neraka)
  1. Firman Allah SWT dalam QS Al –Anbiya [21]: 47
Artinya : dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat maka
Tidak seorangpun dirugikan walau sedikitpun; sekalipun hanya sebesar biji
Sawi, pasti kami akan mendatangkan (pahala). Dan cukuplah kami yang
Membuat perhitungan.
  1. Firman Allah SWT dalam QS Al-Insan [76]: 20
Artinya : dan apa bila kamu melihat( keadaan ) disana(surga), niscaya kamu akan
Melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar
  1. Firman Allah SWT dalam QS Al-Waqi’ah [56]: 51-54
Artinya : kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi mendusta!
Pasti akan memakan buah zaqqun maka akan penuh perutmu dangannya
Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
TANDA-TANDA HARI AKHIR
  1. Sebagian manusia menyembah berhala
  2. Manusia tidak mengenal Allah atau menyebut nama Allah
  3. Banyak terjadi pembunuhan
  4. Fitnah terjadi dimana-mana
  5. Matahari terbit disebelah barat
  6. Waktu terasasa dekat
  7. Perbuatan mesum dilakukan sejara terang-terangan
  8. Banyak terjadi peperangan antara kaum islam dan kaum yahudi                                                           sumber: duwexmalless.wordpress.com
Baca Selengkapnya »»  

pengertian iman kepada hari akhir

Iman kepada hari akhir adalah mempercayai dan meyakini akan adanya kehidupan yang kekal dan abadi setelah kehidupan dunia ini. Bagi orang islam wajib mengimani dan meyakini bahwa  suatu ketika nanti dunia yang kita huni beserta isinya ini akan hancur lebur, yang dikenal dengan hari kiamat. Setelah itu manusia akan di bangkitkan lagi dari alam kuburnya untuk menerima kebenaran yang sesungguhnya, yakni manusia akan mempertanggungjawabkan semua yangf diperbuat selama hidup dunia. Bukti seseorang beriman kepada hari akhir adalah ia mau mempersiapkan diri untuk menyambut hari itu, yakni dengan banyak beramal saleh, contohnya salat lima waktu, infaq, belajar dengan giat, dan lain-lain.
Datangnya hari kiamat tidak ada orang yang tahukapan waktunya, datangnya hari kiamat merupakan rahasia Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Thaha ayat 15 yang artinya: “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang diusahakan”.(QS. Thaha : 15)
Firman yang lainnya : “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tidak ada keraguan padanya, dan bahwasannya Allah membangkitkan semua yang ada dalam kubur”.(QS. Al-Hajj : 7)

Kejadian tersebut secara jelas digambarkan dalam Al-Qur’an Surah Az Zalzalah ayat 1-5, yang artinya: “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya:”Mengapa bumi (jadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritnya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.”

Hari akhir menurut kalimatnya dipahami menjadi dua, yaitu:
1.      Hari akhir berarti hari yang paling akhir dalam hidup dan kehidupan makhluk di dunia ini, yang dikenal dengan hari kiamat.
2.      Hari akhir berarti hari kebangkitan atau hari akhirat, yaitu terjadinya kehidupan alam akhirat dengan rangkaian peristiwa di dalamnya.

Hari kiamat juga dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.      Kiamat Sughra (kiamat kecil), yaitu kerusakan atau kematian yang dialami oleh sebagian kecil umat manusia yang ada di dunia. Misalnya kematian yang dialami seseorang  karena kecelakaan, sakit, bencana alam. Banjir, tsunami, gunung meletus, dan lain-lain.
2.      Kiamat kubro (kiamat besar), yaitu kematian dan kehancuran seluruh alam semesta ini tanpa kecuali. Setelah kejadian ini maka kehidupan di dunia akan berganti dengan kehidupan di akhirat.

Bukti bahwa hari kiamat itu akan datang
1. Bukti secara dalil aqli (dengan akal)
Semua yang diciptakan Allah SWT itu pasti ada batas akhir, yaitu mengalami kehancuran/kerusakan.
2. Bukti secara dalil naqli (dari Al-Qur’an dan Al Hadits)
A.     Surat Al Haqqah ayat 14 yang artinya: “dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

B.     Surat Muhammad ayat 18 yang artinya: “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadataran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?”

C.       Surat Al Zalzalah ayat 1-5 yang artinya: “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mngeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.”
Masih banyak lagi ayat-ayat yang menggambarkan kejadian hari kiamat. Hal ini merupakan peringatan dari Allah SWT kepada kita agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

B.     Kehidupan Hari Akhir

Tidak seorangpun manusia yang mengetahui kapan terjadinya kiamat dan seperti apa kejadiannya, kecuali Allah SWT. Tetapi Allah telah menggambarkan kejadian hari kiamat kubra dalam AL-Qr’an sebagai berikut:
1. Ditiupnya sasangkala yang pertama oleh malaikat israfil. Semua makhluk Allah SWT mati kecuali yang dikehendakinya. Firman Allah dalam QS. Az Zumar : 68 yang artinya : “Dan ditiuplah sasangkal, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuapli siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sasangkala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”
2. Langit menjadi terpecah-pecah, matahari digulung, bintang-bintang berjatuhan, lautan meluap dan menjadi panas, gunung-gunung seperti bulu-bulu yang dihambur-hamburkan, dan manusia seperti anai-anai yang beterbangan. Firman Allah SWT: yang artinya: “langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu karena Allah. Adalah janjinya itu pasti terlaksana.”(Muzamil : 18)

Rasulullah SAW bersabda : “Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. Katanya : Rasulullah SAW bersabda : Bahwa pada hari kiamat Allah SWT melipat langit kemudian menggenggamnya dengan tangan kanan lalu nerfirman : Akulah Raja! Di manakah orang yang gagah perkasa? Dimanakah orang yang menyombongkan diri? Kemudian Allah SWT melipat dengan tangan kiri-Nya lalu berfirman : Akulah Raja! Di manakah orang yang gagah perkasa? Dimanakah orang yang menyombongkan diri?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kehidupan hari akhir manusia akan mengalami proses kehidupan sebagai berikut :
1.      Alam Barzakh, yaitu alam setelah manusia dimatikan oleh Allah.
2.      Yaumul Ba’ats (Hari Kebangkitan), yakni hari dibangkitkannya manusia dari kubur.
3.      Yaumul Mahsyar, yakni hari dimana semua manusia sejak zaman Nabi Adam a.s sampai zaman Nabi Muhammad SAW dikumpulkan ditanah lapang yang sangat luas.
4.      Yaumul Hisab dan Mizan, yakni hari dihitung dan ditimbangnya amal manusia dengan sangat teliti untuk mendapatkan balasan yang sesuai.
5.      Sirathal Mustaqim, yakni setelah amal manusia ditimbang, manusia akan melewati sebuah titian yang membentang diantara kedua tepi neraka. Orang yang beriman akan dengan mudah melewatinya, sedangakan orang-orang kafir tidak akan mampu melewati titian tersebut dan akan jatuh ke neraka.
6.      Surga dan Neraka, yakni tempat pembalasan amal mausia. Manusia yang beriman dan beramal saleh akan menempati surga yang penuh kenikmatan, sedangkan manusia yang kafir akan bertempat di neraka.

C.    Kehidupan Dunia Hanya Sementara

Kehidupan dunia ini hanyalah sementara atau bersifat fana, tidak ada keabadian. Coba kita renungkan tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan sekitar kita, misalkan kita melihat tetangga kita beberapa tahun yang lalu, dia seorang yang kaya, cantik, berkedudukan dan lainnya tetapi setelah beberapa tahun kemudian, dia sudah miskin, keriput, sakit-sakitan atau bahkan mati. Itulah kehidupan dunia, tidak ada keabadian. Allah  menggambarkan tentang kehidupan dunia sebagai berikut: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanyalah permainandan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu dan berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning dan kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampuna dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(QS. Al Hadid : 20)
Berdasarkan ayat tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa dunia ini hanyalah sebuah permainan yang membuat manusia lalai., karenanya manusia tidak boleh sombong terhadap apa yang dimilikinya dan merasa cukup atas kebaikan yang dilakukannya. Sebab apa yang saat di dunia dianggap baik oleh manusia ternyata masih lebih buruk daripada apa yang ada di akhirat.

D.  Kejadian-kejadian Yang Berhubungan Dengan Hari Akhir

Peristiwa-peristiwa yang akan dialami oleh manusia di hari akhir adalah sebagai berikut.
1.      Alam Barzakh (Yaumul Barzakh)
Barzakh, saecara bahasa berarti dinding atau pembatas. Adapun menurut istilah baszakh adalah alam atau tempat bersemayam roh manusia yang sudah mati sebelum datangnya hari kiamat. Juga disebut alam kubur. Kondisi manusia di alam ini sangat tergantung pada amalnya di dunia. Bagi yang amalnya baik akan merasakan kenikmatan di alam ini, demikian juga bagi yang amalnya buruk, ia akan mendapatkan siksaan di alam ini.

Adapun kejadian-kejadian yang akn dialami manusia di alam kubur antara alain :
1.      Pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir
2.   Setiap manusia yang mati akan diperiksa amalnya oleh Malaikat Munkar dan Nakir mengenai keimanan dan amal perbuatannnya.
3.   Nikmat dan siksa kubur
4.   Setelah manusia diperisa tentang amal perbuatannya di dunia maka bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan beramal sleh akan mendapatkan nikmat yang besar di kubur, Sebaliknya orang yang selalu berbuat keburukan ia akan dihantui kecemasan tentang kehicupannya yang akan datangkarena di alam kubur mereka telah mencicipi tentang siksa di neraka kelak. Rasulullah SAW bersabda : “Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a katanya : Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang meninggal dunia, kepadanya akan diperlihatkan tempatnya setiap pagi dan petang, sekiranya dia ahli surga, akan diperlihatkan kepdanya surga. Sekiranya dia dari kalangan ahli neraka, akan diperlihatkan kepadanya neraka. Diberi tahu kepadanya : Inilah tempatmu sehingga kamu dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat.”(HR. Bukhari Muslim)

  1. Yaumul Ba’as (Hari Kebangkitan)
Allah SWT telah menggambarkan dalam Al-Qur’an bahwa kiamat itu terjadi pada saat Malaikat Israfil Meniup sasangkala yang pertama, kemudian beberapa waktu kemudian dia akan meniupkan sasangkala itu untuk kedua kalinya. Saat ditiup sasangkala kedua itulah manusia dibangkitkan kembali dari alam kubur. Inilah yang disebut dengan Yaumul Ba’as (hari kebangkitan), Sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam Surah Yaasin : 51 yang artinya : “Dan ditiuplah sasangkala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka”.(QS. Yaasin : 51)

Manusia dibangkitkan dalam keadaan yang berbeda-beda, sesuai dengan amal perbuatannya ketika berada di dunia. Disinilah akan tampak jelas keadaan manusia tanpa bisa ditutp-tutupi sedikit pun. Allah SWT menjelaskan dalam QS. Az Zalzalah ayat  : 6 yang artinya : “Pada hri itu manusia keluar dari kuburnya daklam keadaan yang bermacam-macam, supaya siperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.”

      Setelah dibangkitkan, seluruh manusia berbondong-bondong menuju Padang Mahsyar. Mereka semua berjalan, orang-orang saleh berjalan dengan menggunakan kakinya, namun orang-orang yang ingkar (kafir) akan berjalan dengan kepalanya (mukanya). Orang-orang yang senantiasa berwudlu tamapak putih bersih dan bersinar wajahnya.
      Rasulullah SAW bersabda : “Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a katanya : seorang lelaki bertanya : Wahai Rasulullah bagaiman orang kafir dibangkitkan di atas muka mereka pada hari kiamat? Rasulullah SAW menjawab : Bukankah Allah SWT yang menjadikannya berjalan dengan dua kakinya semasa di dunia. Jadi, sudah tentu Dia mampu menjadikan mereka berjalan dengan menggunakan muka pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3.                  Yaumul Mahsyar
Yaumul Mahsyar adalah hari dikumpulkannya manusia sejak Nabi Adam a.s sampai manusia di akhir zaman. Mahsyar adalah tempat yang sangat luas, yaitu tempat berkumpulnya semua manusia untuk menerima keputusan dari Allah SWT setelah dihitung semua amal mereka semasa hidup di dunia. Allah SWT berfirman: “Dan kami kumpulkan mereka, maka kami tidak meninggalkan mereka seorang pun”. (QS. Al Kahfi : 47)

Di Padang Mahsyar inilah manusia mengalami masa yang sangat sulit dan susah, tidak ada yang dapat menolong keculai hanya pertolongan dari Allah bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Padang Mahsyar merupakan tempat penantian yang penuh harapan akan pertolongan Allah.
Gambaran mengenai Padang Mahsyar dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya : “Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya : Rasulullah SAW bersabda : Pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan  ditanah putih bersih seperti roti yang lembut, tidak apa-apa untuk seseorang itu berlindung”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Di Padang Mahsyar inilah Allah SWT akan mengadili seluruh manusia tanpa kecuali dengan seadil-adilnya, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dqan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.”(QS. Az Zumar : 69).

4.      Yaumul Mizan atau Yaumul Hisab
Mizan artinya timbangan, dan hisab artinya perhitungan. Jadi, Yaumul Mizan adalah saat ditimbangnya seluruh amal baik dan buruk manusia untuk menerima keadilan dan balasannya masing-masing. Yumul Mizan ini juga disebut Yaumul Hisab, maksudnya hari saat diperhitungkannya seluruh amal manusia, baik amal yang baik maupun amal yang amal yang buruk akan mendapatkan balasannya masing-masing atas keadilan dari Allah SWT. Firman Allah SWT. yang artinya : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.”(Q.S. Al-Anbiya: 47)

Allah juga berfirman dalam QS. Al Qari’ah 6 – 11 yang artinya : “Dan adapun orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.”

Pada perhitungan ini, yang akan dihitung pertama kali adalah salat fardu, bila seseorang rajin dan tidak pernah meninggalkannya, bahkan menambahnya dengan salat-salat sunah, maka akan merasa bahagia dan senang saat perhitungan amal tersebut.
Rasulullah SAW bersabda : “Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dari semua amalnya adalah salatnya, jika salatnya baik maka dia merasa senang dan beruntung dan bila salatnya jelek maka dia akan bersedih dan merasa  rugi. Jika terdapat sedikit kekurangan dalam salat fardunya maka Allah SWT berkata pada malaikat : lihatlah salat sunah dari hamba-Ku ini, maka salat sunahnya itu akan menyempurnakan salat fardunya.”(HR Tirmizi)

E.  Balasan Amal Baik dan Amal Buruk
Semua amal manusia akan dihitung Allah SWT tanpa kecuali. Amal sekecil apapun akan diberikan balasannya. Firman Allah SWT. QS. Zalzalah ayat 7 – 8 : “ Barang siapa yang mengerjakan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.”

1. Balasan amal baik
Berbahagialah bagi yang beriman kepada Allah SWT serta banyak beramal saleh, karena mereka akan memperoleh kehidupan yang bahagia dan sejahtera, dan penuh kenikmatan di surga.
Allah SWT berfirman “ Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (QS. Al Qari’ah ayat 6 – 7)

Dalam ayat yang lain : “ Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya didalam surga mereka kekal didalamnya selama  ada langit dan bumi, kecuali jika tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak putus-putusnya.” (QS. Hud : 108)

2. Pembalasan amal buruk
Bagi orang-orang yang selam hidup di dunia banyak melakukan amal yang buruk (dosa), yaitu melanggar peraturan Allah SWT dan rasul-Nya siberi balasan siksaan yang sangat pedih di neraka.
 Firman Allah SWT : “ Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukan kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.   (QS. Al Qari’ah : 8 - 11)
Dalam ayat yang lain : “Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. (QS. Al Waqiah : 42 – 44)

Dalam pemahaman ini mestilah kita nberhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Kita harus menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar peraturan Allah. Kita harus senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya.

F.  Fungsi Beriman kepada hari Akhir
Adapun fungsi beriman kepada hari akhir antara lain :
1.      Menjadirajin beribadah kepada Allah SWT.
2.      Bekal utama untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT adalah beribadah. Beribadah dapat dilakukan dalam berbagai hal, bukan hanya rukun islam yang lima. Misalnya belajar dengan giat, menolong orang yang kesusahan dan lain-lain.
3.      Senantiasa meminta ampun kepada Allah SWT.
4.      Allah adalah Maha Pengampun, yang akan mengampuni segala dosa-dosa hambanya yang mau bertobat kepada-Nya. Sebelum hari kiamat datang, segala tobat makan diterima oleh Allah SWT dan akan diampuni dosa-dosa yang telah ia perbuat.
5.      Senantiasa senang berperilaku baik dan menghindari perbuatan buruk.
6.      Dengan mengimani hari akhir, manusia akan senantiasa menjaga perilakunya, ia menyadari bahwa seluruh amal perbuatan manusia akan diperhitungkan, walau sekecil apapun akan mendapatkan balasannya. Kebaikan akan mendapatkan pahal dan keburukan akan mendapatkan siksa.
7.      Memperoleh ketenangan dan ketentraman.
Orang yang beriman kepada hari akhir akan senantiasa dalam ketenangan dan ketentraman, dengan is menjadikan hidupnya untuk sensntiasa taat kepda Allah, ia akan punya harapan mendapatkan pertolongan AllahSWT
sumber: ujungkulon22.blogspot.com
Baca Selengkapnya »»  

fungsi beriman kepada hari akhir

  Adapun fungsi iman kepada hari akhir, yaitu sebagai berikut:

a.   Mendorong kepada setiap orang muslim dalam hidup sehari-hari untuk selalu memperbanyak amal kebajikan dan menjauhi segala perbuatan yang jelek. 
b.  Mendorong kepada setiap orang muslim agar suka membelanjakan hartanya kearah kebaikan dan menghindari sifat kikir, bakhil, tamak, dan rakus.
c.  Di dalam hidup di dunia tidak akan tenggelam dalam kemegahan dan tidak iri terhadap kebahagiaan orang lain.
d.  Menentramkan hati terutama bagi orang  yang mendapat perlakuan yang kurang adil atau sewenang-wenang.
e.   Menambah kesabaran dalam menghadapi berbagai macam cobaan, karena di akhirat semua orang akan menerima balasan yang seadil-adilnya.
sumber: catatan1745.blogspot.com
Baca Selengkapnya »»  

qana'ah

Sikap qana’ah didefinisikan sebagai sikap merasa cukup, ridha atau puas atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT  Qana’ah ialah kepuasan hati dengan rezeki yang ditentukan Allah.
Qana’ah itu mengandung lima perkara:
  1. Menerima dengan rela akan apa yang ada.
  2. Memohonkan kepada Allah tambahan yang pantas, dan berusaha.
  3. Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah.
  4. Bertawakal kepada Allah.
  5. Tidak tertarik oleh tipu dunia
Cinta pada dunia dan ingin hidup dalam kemewahan,  adalah salah satu penyebab yang bisa mengakibatkan hidup menjadi tidak tentram. Orang-orang yang cinta dunia akan selalu terdorong untuk memburu segala keinginannya meski harus menggunakan cara yang licik, curang, dengan  berbohong, korupsi, dan sebagainya. Semua itu karena orang yang cinta dunia  tidak pernah menyadari, sesungguhnya harta hanyalah ujian.  Hingga  ia  tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimilikinya dan masih selalu ingin menambahnya lagi, ini adalah sikap yang sangat jauh dari rasa syukur kepada Allah SWT.
Qana’ah bukanlah berarti  hilang semangat untuk berkerja lebih keras demi menambah rezeki. Malah, ia bertujuan supaya kita sentiasa bersyukur dengan rezeki yang dikurniakan Allah.  Karena sikap qana’ah tidak  berarti fatalis  menerima nasib begitu saja tanpa ikhtiar. Orang-orang qana’ah bisa saja memiliki harta yang sangat banyak, namun semua itu bukan untuk menumpuk kekayaan
Nabi Muhammad SAW  telah mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus bersikap terhadap harta, yaitu menyikapi harta dengan sikap qana’ah (kepuasan dan kerelaan). Sikap qana’ah ini harus dimiliki oleh orang yang kaya maupun orang yang miskin adapun wujud qana’ah yaitu merasa cukup dengan pemberian Allah, tidak tamak terhadap apa yang dimiliki manusia, tidak iri melihat apa yang ada di tangan orang lain dan tidak rakus mencari harta benda dengan menghalalkan segala cara, sehingga dengan semua itu akan membuat orang merasa puas dan tidak mencari melebihi apa yang dibutuhkan, dan mencegah orang dari menurutkan hawa nafsu yang tidak pernah puas.
Rasulullah SAW telah mengajarkan  kita semua agar qana’ah, berikut beberapa hadits nya :
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini:  “Tidaklah kekayaan itu dengan banyak harta, tetapi sesungguhnya kekayaan itu ialah kekayaan jiwa.”  (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda:   “Jadilah kamu seorang yang wara’, nanti kamu akan menjadi sebaik-baik hamba Allah, jadilah kamu seorang qana’ah, nanti kamu akan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah, sedikitkanlah tertawa karena banyak tertawa itu mematikan hati.” (Hadis riwayat al-Baihaqi)
Dari Abu Muhammad yaitu Fadhalah bin Ubaid al-Anshari r.a. bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “beruntunglah kehidupan seseorang yang telah dikaruniai petunjuk untuk memasuki Agama Islam, sedang kehidupannya berada dalam keadaan cukup dan ia bersifat qana’ah (menerima).” (Hadis Hasan Shahih di sisi Imam Tirmidzi) .
Tentang sikap qana’ah, Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyampaikan hadits dalam Shahih Muslim dan yang lainnya, dari Amr bin Al-Ash r.a Rasulullah SAW bersabda:  “Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rezeki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawy)
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr r.a.:
Bahwa Rasulullah SAW  bersabda: Sesungguhnya beruntung orang yang sudah masuk Islam, yang rezekinya mencukupi (dan tidak berlebihan) dan yang Allah menjadikannya qana’ah dengan apa diberikan kepadanya. (Muslim)
Dari Hakim bin Hizam r.a. berkata:
Bahwa Nabi SAW. bersabda: Tangan di atas adalah lebih baik dari tangan di bawah. Hendaklah kamu muliakan dengan orang-orang yang di bawah tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah ialah dari harta yang lebih (yang kamu atau orang di bawah tanggunganmu tidak memerlukannya). Barangsiapa yang menjaga kehormatan dengan tidak meminta-minta maka Allah akan memelihara kehormatannya. Barangsiapa yang tidak bergantung harap kepada manusia, maka Allah akan mencukupkan keperluannya. (Bukhari dan Muslim]
Ketahuilah sesungguhnya di dalam qana’ah, itu ada kemuliaan dan ketentraman hati karena sudah merasa tercukupi, ada kesabaran serta keridhaan terhadap pembagian rezeki yang telah diatur-Nya. Dan semua itu akan mendatangkan pahala di akhirat. Dan sesungguhnya dalam kerakusan dan ketamakan itu ada kehinaan dan kesusahan karena dia tidak pernah merasa puas dan cukup terhadap pemberian Allah.
Dalam kehidupan kita di dunia, sebaiknya kita melihat orang yang di bawah kita, dan dalam masalah kehidupan akhirat kita melihat orang yang di atas kita. 
 Hal ini sebagaimana telah ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadits sebagai berikut: “Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy)
Kekayaan bukanlah segalanya. kekayaan harta bukanlah kekayaan yang hakiki. kekayaan yang hakiki adalah saat jiwa (hati) kita penuh dengan hidayah Allah SWT.
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW bersabda: “Bukannya yang dinamakan kaya itu karena banyaknya harta tetapi yang dinamakan kaya (yang sebenarnya) ialah kayanya jiwa.”   (Muttafaqu ‘alaih)
Allah SWT berfirman mengenai sifat dasar manusia dalam surat Al Imran ayat 14:  “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.
Ayat diatas menerangkan bahwa fitrahnya manusia mencintai harta dan apa-apa yang diingini. Dan dalam hadistnya Rasulullah  SAW bersabda
Jika seorang anak Adam memiliki emas sebanyak dua lembah sekalipun maka dia akan (berusaha) mencari lembah yang ketiga. Perut anak Adam tidak akan pernah  puas sehingga dipenuhi dengan tanah. (Riwayat Bukhari).
Karena itulah qana’ah sangat diperlukan untuk mengatasi sifat dasar manusia yang tidak pernah cukup atas apa yang sudah dimiliki.
Allah SWT telah menciptakan dunia, untuk menguji siapa diantara hambanya yang terbaik amalnya, hal ini telah disebutkan dalam firman-Nya di surat Al Mulk ayat 2:  “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Adapun makna ayat ini, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al Hafidz Ibnu Katsier dalam tafsirnya bahwa “Allah telah menciptakan seluruh makhluk ini dari ketiadaan, untuk menguji jin dan manusia,  siapakah diantara mereka yang paling baik amalnya.”
Siapapun yang ingin meraih ketenangan jiwa, kedamaian hati, maka qana’ah adalah jalannya. Karena sesungguhnya, ketenangan hati ada dalam sedikitnya keinginan.  Bila kita ingin meraih ketenangan hidup, marilah kita qana’ah terhadap pemberian dan pengaturan-Nya.
sumber: jalandakwahbersama.wordpress.com
Baca Selengkapnya »»  

tasamuh



 Menurut bahasa, Tasamuh artinya toleransi. Menurut istilah saling menghargai antara sesama manusia. Tasamuh atau toleransi ini sendiri merupakan salah satu pilar dalam ajaran Islam. Agama Islam cinta damai dan mengajarkan kedamaian. Bangsa Arab yang dulunya merupakan bangsa yang suka bertikai antarkelompok, antarkabilah, dan antarsuku, dengan kedatangan Islam mereka menjadi bangsa yang damai. 
Kunci dari perdamaian itu adalah adanya kesadaran bertoleransi antarkelompok dan antarindividu. Dengan demikian, umat Islam yang benar-benar memahami ajarannya, tentu harus bersikap toleran, baik kepada saudara-saudaranya sesama Islam maupun kepada orang yang beragama selain Islam.
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS Al-Hujurat 11

sumber: www.edupai.web.id
Baca Selengkapnya »»  

Total Visitor

jumlah pengunjung